Medium Repair Mesin Bubut Mondiale

Maulana, Moch Rizwan (2025) Medium Repair Mesin Bubut Mondiale. D3 Laporan Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Manufaktur Bandung.

[thumbnail of BAB-1] Text (BAB-1)
222311018_Moch Rizwan Maulana_BAB-I.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (498kB)
[thumbnail of BAB-2] Text (BAB-2)
222311018_Moch Rizwan Maulana_BAB-II.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB-3] Text (BAB-3)
222311018_Moch Rizwan Maulana_BAB-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Preventive maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal yang bersifat proaktif(dilakukan sebelum adanya kerusakan) untuk mendeteksi kerusakan yang akan terjadi. Mesin bubut Mondiale digunakan untuk melakukan proses pemesinan pada material kayu di lab pola, jurusan teknik pengecoran logam, politeknik manufaktur Bandung. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukan kondisi mesin tidak terawat, dengan beberapa bagian yang tidak berfungsi dengan baik seperti bagian kelistrikan (CAM Stater), motor protection circuit breaker yang tidak sesuai dengan spesifikasi motor, bagian carriage yang perlu dilakukan pemeliharaan. Maka dari itu dilakukannya preventive maintenance betujuan untuk mengembalikan fungsi mesin sesuai dengan spesfikasi kerja. Pelaksanaan preventive maintenance dengan klasifikasi medium repair pada mesin bubut Mondiale mencakup kegiatan pemeriksaan, pembongkaran pada bagian mesin, pemeliharaan, penggantian komponen yang rusak, penambahan komponen, dan melakukan kalibrasi ulang. Dengan dilakukannya kegiatan preventive maintenance mengembalikan fungsi mesin menjadi lebih baik seperti pada bagian kelistrikan (CAM Stater) semulanya hanya bisa satu arah menjadi dua arah, motor protection circuit breaker yang sudah memenuhi spesifikasi pada motor sebelumnya menggunakan range 6-10 A sesudah diganti menggunakan range 9-14 A, dan kondisi menjadi lebih baik pada carriage. Hasil dari kalibrasi akhir menunjukan beberapa bagian masuk toleransi yang diizinkan khususnya pada bagian headstock dan kepala lepas. Hasil dari uji pemotongan benda kerja berbentuk tirus dan eksentrik disebabkan ketidaksatusumbuan antara spindel dengan chuck. Untuk penggunaan pemotongan pada benda kerja tidak dianjurkan lebih dari 0,2mm.

Item Type: Laporan Karya Akhir Mahasiswa (D3)
Uncontrolled Keywords: Mesin bubut, Preventive maintenance, Medium repair, CAM Stater, Motor protection circuit braker, Carriage
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: Jurusan Teknik Manufaktur > D3 Pemeliharaan Mesin
Depositing User: Moch Rizwan Maulana
Last Modified: 24 Oct 2025 09:48
URI: https://repositori.polman-bandung.ac.id/id/eprint/1021

Actions (login required)

View Item
View Item