Pembuatan Single Layer Flat Die, Dual Layer Flat Die dan Penerapan Sistem Pemanas Pada Mesin Biopellet

Purnama, Muhammad Gursida Adi (2025) Pembuatan Single Layer Flat Die, Dual Layer Flat Die dan Penerapan Sistem Pemanas Pada Mesin Biopellet. D3 Laporan Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Manufaktur Bandung.

[thumbnail of BAB-1] Text (BAB-1)
222311023_Muhammad Gursida Adi Purnama_BAB I.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (695kB)
[thumbnail of BAB-2] Text (BAB-2)
222311023_Muhammad Gursida Adi Purnama_BAB II.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (69MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB-3] Text (BAB-3)
222311023_Muhammad Gursida Adi Purnama_BAB III.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Biopellet adalah salah satu bentuk energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Kualitas biopellet yang baik tentu dihasilkan oleh mesin penghasil biopellet yang baik. Mesin penghasil biopellet memiliki beberapa bagian yang sangat mempengaruhi kualitas biopellet, seperti roller dan die. Roller merupakan komponen yang mendorong bahan baku ke dalam lubang die. Die merupakan komponen utama dalam mesin biopellet yang berfungsi membentuk biomassa menjadi pelet. Peningkatan suhu dalam proses pembuatan biopellet mampu meningkatkan nilai kalor dan kerapatan dari biopellet tersebut akibat lignin yang berubah menjadi lunak sehingga mampu menjadi pengikat, dimana peningkatan suhu ini terjadi akibat gesekan antara roller dengan die. Akibat gesekan yang terjadi, roller dan die mengalami keausan. Proyek akhir ini bertujuan memodifikasi mesin pembuat biopellet dengan penerapan single layer flat die serta penerapan sistem pemanas dan dual layer flat die. Penerapan dual layer pada die bertujuan untuk mengurangi tekanan kompaksi pada saat proses peletisasi, lalu untuk penerapan sistem pemanas pada single layer flat die bertujuan untuk mempercepat waktu pemanasan pada saat proses peletisasi sehingga dapat. Pembuatan single layer flat die dan dual layer flat die meliputi proses turning, proses drilling, proses grinding dan proses milling. Penerapan sistem pemanas menggunakan modul induction heater ZVS sebagai pemanas induksi. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kualitas (dimensi), pengujian sistem pemanas dan pengujian assembly. Hasil pengujian dimensi dari beberapa komponen terdapat kegagalan pada flat die yang memiliki lubang pelet tirus, kegagalan ini terletak pada lubang tirus yang dibuat, namun kegagalan ini masih dalam batas toleransi secara fungsi. Pengujian pada sistem pemanas dinyatakan berhasil karena sistem pemanas mampu memanaskan single layer flat die hingga suhu 120°C dimana suhu ini yang membantu proses peletisasi dalam pelepasan lignin. Pengujian assembly dinyatakan berhasil karena setiap komponen dapat dipasangkan pada komponen lainnya.

Item Type: Laporan Karya Akhir Mahasiswa (D3)
Uncontrolled Keywords: Biopellet, roller dan die, flat die, sistem pemanas induksi, induction heater ZVS, dual layer.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Jurusan Teknik Manufaktur > D3 Pemeliharaan Mesin
Depositing User: Muhammad Gursida Adi Purnama
Last Modified: 11 May 2026 07:37
URI: https://repositori.polman-bandung.ac.id/id/eprint/1328

Actions (login required)

View Item
View Item